Tampilkan postingan dengan label Mentoring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mentoring. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2015

6 Alasan Kenapa Butuh Mentor Bisnis

Mentoring bisnis sering diupayakan oleh perusahaan, komunitas bisnis, program hibah, pendampingan usaha UKM, dan pemulihan paska bencana, sehingga posisi mentor bisnis menjadi strategis, namun benar-benar seorang mentor bisnis bukan hanya seorang konsultan atau trainer.
Dalam sebuah kegiatan pertengahan tahun 2010, ketika dalam menjadi narasumber  undangan sebuah  Dinas di Pemda Yogya saya sampaikan beberapa slide tentang pengembangan UMKM dan UKM, baik dari cara offline dan online. Namun secara prinsip, sebaiknya mentor bisnis lebih mengutamakan untuk offline, karena dalam proses transfer knowledge butuh media praktek, media lapangan, media observasi produksi dan  unsur humanitas : baik sentuhan ke alat/tool, peragaan, ekpresi, komunikasi 3 arah, komunikasi 2 arah, diskusi 3 arah. Sehingga seorang mentor bisnis harus peka dengan fenomena ini.
Namun selain itu saya sampaikan tentang mentoring bisnis, kenapa itu dibutuhkan, salah satu slide-nya :
  1. Meningkatkan Keterampilan, bertujuan untuk menyatukan dan memusatkan ketrampilan menjadi satu kekuatan mendukung sebuah/beberapa usaha yang ditangani. Ada peluang baru untuk mempelajari dan mempraktekkan ketrampilan baru
  2. Meningkatan Perusahaan/Usaha : Memajukan secara nyata dengan memahami posisi dengan indikator jelas apakah sebenarnya terjadi kemajuan atau kemunduran, semua dengan indikator yang sangat jelas bukan hanya dari sisi penjualan yang meningkat saja, karena bisa saja di dalam ada kemampuan produksi sedang menurun.
  3. Menyusun solusi dalam penanganan masalah didukung cara memantau penanganan masalah pada proses lapangan, solusi langsung dengan sebuah pembanding/praktek bukan teori dari buku. Dengan mentor bisnis ini maka proses ideal, proses yang ada, proses yang sebaiknya, bisa saling diukur dari sudut pandang solusi perbaikan.
  4. Mengoptimalkan karir karyawan, pegawai, staf sebagai bentuk Pengembangan Karir misal agar mampu menentukan beberapa perbaikan yang efektif  dan jelas tujuannya, misal bidang promosi yang selama ini butuh sasaran yang tepat dan respon tinggi, langsung bisa praktek dengan mentor bisnis
  5. Brainstorming: Mengusung pola pembangunan inovasi dan proses pemacu kreatifitas untuk eksitensi usaha, dalam hal ini butuh pendampingan untuk mengkompakan personal secara internal, karena penolakan inovasi dari sisi dalam perusahaan berarti sinyal ketidak efektifan implementasi  walau perencanaannya sangat matang. Sehinghga dalam langkah ini perlu sekali kesepakatan dan kesatuan pemahaman internal, sehingga mentor bisnis akan mendampingi, membina upaya ini berjalan dengan baik.
  6. Meningkatkan komitmen di lini SDM adalah suatu energi, kadang pengusaha terjebak pada marketing luaran atau external sedang didalam memang aura marketing sedang negatif, sehingga dengan bimbingan mentor bisnis bisa dibimbing untuk praktek analisa dan manajerialnya, kebutuhan sinergi eksternal dan internal,namun dalam hal ini internal difokuskan terlebih dahulu, kompaknya timkerja internal dengan komitmen yang kuat.
Demikian tips dan sharing dari saya berkenaan dengan “kenapa dunia usaha butuh mentoring bisnis” kenapa saya tulis selalu “mentoring bisnis”? karena ada juga mentoring untuk kerohaniaan dll. Mentor bisnis dalam hal ini sebagai bagian dari kemajuan bersama,

Langkah Menentukan Mentor Bisnis Yang Tepat

Pergeseran terjadi ketika di Indonesia, untuk menjadi mentor bisnis kebanyakan saat ini tidak dari pengalaman dalam bidangnya, bahkan menyentuh bidangnya pun tidak. Sehingga ada yang berawal dari seorang konsultan langsung ke mentor.
Namun memang beberapa hal dari peristiwa ini tidak perlu diperdebatkan, saya lebih senang kepada “bagaimana memajukan daya saing Indonesia’.
Untuk mencari mentor bisnis maka sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
  1. Susunlah tujuan yang jelas untuk membantu “hal apa” nanti mentor bisnis itu
  2. Pastikan bentuknya apakah ini mentor bisnis  yang akan berbayar atau gratis. Karena program dari bantuan/hibah kadang mentor dibayar tinggi, tapi juga ada yang gratis 100%
  3. Kompetensi apa saja yang dibutuhkan dari “hal apa” itu, karena belum tentu dari pengusaha IT langsung mencari dari praktisi IT, bisa saja dari marketing atau keuangan/pajak dll
  4. Susunlah setidaknya ada 10 calon mentor bisnis anda
  5. Pelajari dari 10 itu mana yang paling sesuai, jika mentor ditunjuk dari organisasi Anda atau komunitas Anda maka lihatlah pengalamannya
  6. Hubungi dari 3 atau 5 daftar calon mentor bisnis, bisa lewat email dll, katakana  Anda butuh masukan tentang program mentoring, jangan langsung bilang mau butuh mentor.
  7. Siapkan daftar pertanyaan setidaknya anda sudah punya kerangka dan arah “apa” masalah atau “apa” tema peningkatan yang diharapkan
  8. Hubungi secara lebih dekat bagi mentor yang akan dipilih, 2 mentor, lihat keterbukaan dan kemampuan komunikasinya.
  9. Tentukan dengan pasti mentor bisnis Anda, kemudian buat kesepakatan atau kontrak belajar.
Mohon diingat, memilih mentor bisnis dari sekain daftar yang ada, jika ada yang tidak terpilih mohon tetap jaga hubungan yang baik, siapa tahu mentor itu akan digunakan untuk sesi 2 dan 3 jika mentor utama anda tiba2 tidak bisa membantu lagi ditengah jalan.
Sukses untuk mendapatkan mentor  bisnis terbaik bagi Anda.

Pilihan Pendekatan Teknis Untuk Mentor Bisnis

Mentor bisnis dalam program offline dan online memiliki banyak pilihan, dan saya sering melakukan ini dengan kombinasi dari beberapa pendekatan yang ada. Sebagai jalan menuju orang (mentee) agar dapat lebih sukses dalam meningkatkan kinerja baik sebagai pengusaha dan pegawai.
Tujuan awalnya dari mentoring bisnis ini harus dipahami, bahwa mentor bisnis bukan sepertinya layaknya mengajar di sekolah atau universitas. Mentor bisnis harus bermental berbagi namun bukan untuk kepentingan “dia” sebagai sang mentor bisnis tetapi untuk sang mentee yang harus dibantu agar melakukan pekerjaan yang lebih efektif dan ada kemajuan berarti, sehingga salah jika dalam pelaksanaan mentoring di lapangan lebih banyak ceramah.
Sebagai pendekatan di lapangan mentor bisnis bisa memilih beberapa pendekatan yang bisa digabung untuk menentukan model di lapangan.
  1. Training, ini sebagai bentuk pelatihan yang ditujukan agar lebih memudahkan dalam adaptasi kinerja yang efektif
  2. Diskusi, ini bisa dilakukan dengan mengoptimalkan 2 arah, dari mentor ke mentee dan sesama mentees itu sendiri. Sehingga komunikasi 2 arah ini melahirkan komunikasi yang ideal.
  3. Konseling, ini lebih kepada pengatasan masalah yang terjadi, sehingga tujuannya ada solusi yang benar-benar sebagi manfaat. (baca juga mentor bisnis)
  4. Coaching, adalah fokus pada pembinaan, dan menurtu survey, coaching ini ebih efektif dri training, karena arah dan fokus pengembangan lebih sesuai apa yang dibutuhkan, walau di lapangan, menurut pengalaman saya biaya lebih tinggi dari pada traning.
  5. Benchmarking, adalah membandingkan dengan perusahan lain dengan ukuran pembanding  kualitas, waktu dan biaya.belajar berarti melakukan hal-hal yang lebih baik, lebih cepat, dan murah. (bencmarking sy masukkan ke mentoring bisnis, karena saya melihat sudah saatnya membahas sesuatu perbaikan yg lebih dalam)
Untuk sukses bisnis memang mentor bisnis sebagai “salah satu” yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan kinerja.
Tips : Hindari perdebatan dalam melakukan proses di atas, karena dalam mentoring bisnis, maka mentee sebaiknya menghargai pengalaman dan keilmuwan sang mentor bisnis, arahkan dalam kontrak belajar di awal

Pentingnya Aspek “Ketrampilan” Seorang Mentor

Mentoring bisnis memiliki posisi yang starategis jika untuk kepentingan mengangkat golongan, tim atau perorangan yang sedang menuju peningkatan usaha. Namun sebagai seorang mentor juga harus memiliki ketrampilan yang terus ditingkatkan.
Kesepaman dalam proses mentoring bisnis sangat diperlukan antara mentor dan mentees.  Karena memang pada dasarnya mentoring  lebih kepada proses pembinaan bukan proses konseling dan konsultasi. Banyak perbedaan, terlebih kesalahan utama dalam proses mentoring ini karena diterapkannya “pola guru dan murid”  saja, artinya hanya berlangsung satu arah, dari guru memberi ke murid. Dalam mentoring bisnis sangat berbeda.
Beberapa hal yang berkaitan dengan aspek KETRAMPILAN  yang harus dimiliki seorang mentor
  1. Komunikatif, kekuatan dalam mengembangkan hubungan dan hubungan dengan orang lain
  2. Inspiratif, mampu menunjukkan sebagai sosok yang penuh inspirasi bagi orang lain terutama mentees
  3. Pendengar yang baik, memiliki kepekaan dan mampu menangkap apa yang disampaikan orang lain dengan cara yang menyenangkan
  4. Analis, bisa memperjelas dan memperdalam posisi masalah, situasi, pilihan mentee
  5. Empati. mampu menyesuaikan dengan kondisi orang lain secara emosional, mampu mengirimkan sinyakl sedang antusias terhadap penyelesaian masalah
  6. Mampu memberikan contoh kebaikan dan ketauladanan dengan baik kepada mentee
  7. Mampu mencerminkan apa yang disampaikan berkenaan isi dan pola penyampaian
  8. Wawasan luas, mampu melihat dari sudut pandang yang luas, sebisa mungkin lebih detil/luas dari mentees
  9. Solusif, dapat membantu seseorang menemukan solusi daripada hanya menyampaikan apa yang harus dilakukan
  10. Mampu memahami diri sendiri dan orang lain
  11. Fleksibel dan lentur terhadap kondisi yang sedang kaku, stagnan
Demikian aspek KETRAMPILAN yang harus dimiliki seorang mentor, terutama mentor bisnis.

Pentingnya Aspek “Sikap” Seorang Mentor Bisnis

Mentoring bisnis adalah pola binaan dalam mencapai tujuan bisnis, atau pola pendampingan dalam tujuan usaha. Namun seorang mentor harus memiliki pola sikap yang baik agar mentor memiliki kekuatan dan dipercaya oleh menteesnya.
Beberapa  hal yang harus dimilliki dari seorang mentor dari aspek SIKAP :
  1. Mental dan komitemen kuat untuk mengembangkan orang lain dan diri sendiri
  2. Keterbukaan dan kesediaan dalam mengurai akar masalah
  3. Semua diawali dari masalah tidak langsung kepada solusi
  4. Mentor harus memberikan materi dan praktek binaan yang paling sesuai, bukan paling diingat
  5. Menghormati sudut pandang orang lain dan keputusannya
  6. Kesabaran dalam mengurasi masalah dan mencari solusi, jangan lari ke teori dahulu
  7. Mendorong Mentee agar juga memiliki komitmen tinggi untuk mandiri dan menjadi ahli
  8. Menumbuhkan rasa solidaritas sesama  jaringan mentees
  9. Saling menjaga kerahasiaan kepada hal-hal yang memang awalnya rahasia usaha, agar mentee percaua kepada mentor
Demikian aspek SIKAP seorang mentor bisnis.

Menjadi Mentee Yang Baik, Agar Sukses Bersama

Dalam proses mentoring bisnis, jika ada ketidaksuksesan maka tidak selamanya adalah kesalahan mentor, karena pada dasarnya mentoring ini bentuk memberi dan menerima, bisa saja yang memberi sudah optimal dengan cara yang terbaik, namun yang menerima justru santai, kadang serius kadang main HP, kadang keluar merokok.
Mentoring akan sukses jika memang ada kesadaran dari keduanya, mentor dan mentee (yang sedang dibina oleh mentor) dan setidaknya seoarang mentee  harus memiliki pola sikap :
  1. Menjaga kepercayaan, untuk selalu berprasangka baik kepada mentor. Misal diminta belajar menulis surat  bisnis, belajar presentasi dll, termasuk ketika ditegur sebaiknya tetap ada prasangka baik
  2. Tekad bulat konsisten untuk maju dan menambah pengetahuan daya saing
  3. Selalu terbuka kepada ilmu baru dan ide baru demi kesuksesan bersama, ketik ide dan ilmu itu tidak sesuai maka tetap diterima dengan lapang dada  tidak mengumpat dll siapa tahu ilmu itu akan berguna nanti di masa-masa mendatang, sekali lagi Mentoring adalah teamwork, menjaga suasana sesama peserta adalah wajib.
  4. Sabar dan bersedia menerima koreksi dan masukan dari mentor dan mentee untuk konsisten
  5. Ikhlas mempraktekkan atau improvisasi untuk peningkatan
  6. Tertib terhadap waktu dan aturan main, karena ini demi sukses bersama dalam tim
  7. Konsisten dan fokus untuk tidak berganti-ganti pola yang belum terbukti, atau sekedar iseng mencoba dari temuan dinternet, karena akan mempersulit monitoring dan evaluasi.
  8. Komunikatif saling menghargai sesama mentee dan kepada mentor, jangan mengolok-olok
  9. Memahami perkembangan, mengamati kapan bisa bertanya, memotong perkataan dan saat minta bantuan
Selamat menjadi mentee yang baik dalam setiap mentoring bisnis.

8 Hal Penting Untuk Sang Mentor Bisnis

Mentoring bisnis dengan mentor yang handal adalah suatu kekuatan yang ditunggu banyak orang. Namun banyak yang mengeluh kenapa sang mentor bisnis yang hebat tidak mampu membuat mentee (yang sedang di bina oleh mentor) tidak bisa meningkatkan pemahamannya. Masihkah menyalahkan mentor, sebenernya harus ada kontrak belajar yang serius antara mentor bisnis dan mentee nya, sehingga ada 8 hal penting untuk sang mentor bisnis yang bisa diterapkan untuk menjaga suasana dengen mentee.
  1. Wajib memberikan ketegasan demi  kedisiplinan
  2. Tidak ada rasa sungkan baik kepada yang lebih tua atau karena wanita
  3. Tidak ada toleransi kepada keterlambatan waktu, kecuali harus dipertanggungjawabkan secara terbuka, karena mentoring adalah pola teamwork, beda dengan pelatihan atau kursus
  4. Jaga performance mentor, penampilan, hindari aroma badan, aroma mulut yang tidak nyaman, misal habis makan rendang daging.
  5. Mentor bisnis tidak boleh mengeluh terus di depan mentee
  6. Mentor bisnis tidak boleh menjelekkan mentee didepan umum
  7. Mentor bisnis boleh menegur tetapi tidak ada kemarahan, teguran sebaiknya dengan cara memotivasi bukan memvonis/membentak.
  8. Mentor tidak boleh terlalu banyak bercanda, demi efektifitas waktu dan suasana yang fokus

Selamat menjadi mentor bisnis yang selalu hebat dalam mentoring segala kondisi.

5 Tahapan Peningkatan Dengan Mentor Bisnis

Mentoring bisnis saat ini  sangat banyak tumbuh di mana-mana baik karena kebutuhan akan peningkatan  usaha dan pemahaman, namun dalam hal ini harusnya dipahami setidaknya ada tahapan dalam mentoring bisnis :
  1. Tahap Perkenalan, saling mengenal diri, keinginan dan kebutuhan, dilakukan dalam satu ruangan dan waktu yang bersamaan. Saat perkenalan maka di sini perlu menggali dan memilah antara sang mentor dan mentee (yang dimentoing). Sehingga ada kejelasan arah. Karena tidak semua yang dalam sebuah group kecil itu dimulai dari kemampuan, modal yang sama. Yang terpenting adalah ada saling menghargai antara mentor dan mentee, juga sesama mentee.
  2. Tahap Observasi . Tahap observasi dalam hal ini melihat proses langsung, atau dalam alat bantu slide, video yang terpenting mentee tahu bagaimana pola-pola, sistem, cara, antisipasi,  hambatan+solusi, semua dipelajari untuk mengoptimalkan penguasaan mentee.
  3. Tahap Kolaborasi . Tahap di mana sang mentee setelah mengausai pola-sistem kerja, maka dilibatkan langsung untuk merasakan dan menguasai. Dalam ini penting karena ibarat orang yang belajar nyetir mobil jika hanya diberikan teori dan tidak menyentuh mobil langsung maka akang terasa canggung dan dalam perkembangan di lapangan nanti tidak optimal. Mentee dan mentoring terlibat langsung adalah menunjukkan bahwa transfer ilmu itu berjalan dalam rasa saling menghargai.
  4. Tahap Supervisi. Dalam tahap ini maka sang mentee diminta menerapkan apa yang didapat untuk diterapkan dan dicoba untuk menemukan karakter nya, sistem kerjanya. Pada saat seperti ini mentor juga berlaku sebagai supervisor, dengan target memoles kemampuan dan arahan, saran, masukan untuk hasil yang optimal ke depannya.
  5. Tahap Implementasi. Dalam tahap ini maka mentee akan dilepas dalam waktu tertentu dan  masih dalam komunikasi antara mentor dan mentee tetapi kualitas dan frekuensu sudah berkurang. Dalam tahap implementasi, maka catatan perkembangan harus dimasukkan dalam Buku atau Form Monitoring dan Evaluasi Diri agar dari buku/form tersebut dapat dipetik manfaat untuk peroses mentoring bisnis selanjutnya, terutama tingkat efektifitasnya.
Saya tulis tahapan mentoring ini sebagai bentuk dari catatan pengalaman dalam tugas saya di berbagai kegiatan dan instansi.  Model dalam tahapan mentoring ini masih banyak bentuknya, namun  catatan di atas adalah yang paling mudah.
Yang terpenting dalam mentoring bisnis:
  • Mentor juga harus terus belajar dalam cara komunikasi dan learning
  • Mentee harus menjaga disiplin dan etos kerja
  • Tidak ada toleransi yang lebar, karena semua dalam kerangka untuk sukses, butuh usaha dan tertib
  • Mentor harus percaya diri dan sistematis
  • Mentee harus menjaga stabilitas emosi, agar mentee lain tidak terganggu
Sukses menjadi mentor bisnis dengan cara mentoring yang luar biasa. 
Source : http://ipan.web.id

Karakter Seorang Mentor

Saat ini banyak sekali komunitas bisnis yang muncuk berbasis kedaerahan, profesi, alumni, religi. Namun dalam perkembangannya semua orang ingin menjadi mentoring bahkan dengan cara yang tidak elegan, dengan mendiskreditkan mentor yangs senior, selalu apriori terhadap apa yang disampaikan dan dilaksanakan.  Namun memang sebaiknya mentor bisnis memang dipandang dengan cara jernih, karena ada beberapa hal yang mencolok  akhir ini antara lain:
  • Berusaha menjadi mentor dengan mengikuti pelatihan metode A, B, C, D, E, F pokoknya macam-macam
  • Berusaha mendekati pejabat dan orang penting yang strategis, untuk profit shared dalam proses mentoring
  • Berusaha menguasai semau ilmu lalu mencari mana tema yang baik
  • Berusaha menjadi mentor dengan jalan pintas, yaitu masuk ke komunitas dan menyerang dengan cara pandang ala oposisi untuk menarik perhatian
  • Berusaha menjadi mentor dengan mencari sertifikat kemana-mana demi mempertegas jati diri
Sedangkan di lapangan untuk menjadi mentor terutama mentor bisnis setidaknya ada beberapa hal yang harus dicermati :
  1. Memiliki pengalaman dan pengetahuan yang tinggi (ada pengalamaan)
  2. Menghargai kemampuan mentor lain
  3. Mampu melihat potensi orang lain dengan analisa singkat
  4. Menghargai kesalahan, kekerasan, penghinaan sebagai cara melihat keseimbangan potensi orang lain agar bisa melihat apa yang bisa dikembangkan.
  5. Mampu menjelaska dengan kata dan perbuatan secara fleksibel dan nyaman
  6. Mampu menaggapi orang lain baik pertanyaan, hinaan, hujatan dengan berbagai bentuk yang elegan
  7. Memiliki stok kesabaran yang tinggi karena membangun dan mengembangkan potensi orang lain butuh waktu dan kesabaran
  8. Memilki kekuatan pandangan dan cara implementasi untuk jauh ke depan dan jangka panjang
  9. Mampu membangkitkan orang lain dengan segenap perbedaan kondisi
  10. Memiliki nilai disiplin terhadap aturan dan kesepakatan
Sehingga untuk menjadi mentor dengan strategi mentoring yang baik perlu upaya melatih diri dan mengembangkan diri.

Source : http://ipan.web.id